Sabtu, 03 September 2016

The Mechanic 2 Resurrection (2016), Menguak Tabir Keindahan Asia Tenggara



*Spoiler Allert
Bagi teman-teman yang belum nonton, boleh pending dulu bacanya, karena review ini akan cukup spoiler.


Ada sedikit hal yang cukup mengganggu ketika menemukan Statham yang tak lagi sama (100%) dari sekuel pertamanya dari  film ini. Mari kita sejenak reuni dengan The Mechanic 1, dimana Arthur Bishop yang diperankan dengan sangat ‘kejam’ oleh Statham terasa sangat real di mata penonton. Kalau boleh bilang, bukan bertangan dingin lagi, namun sudah berhati dingin. Membeku, seolah menghabisi para korbannya enteng saja—layaknya sedang menggoreng pisang. Sangat gampang ! 

source pict : click here
Di sekuel 1, Bishop juga tak benar-benar ‘memakai’ hatinya untuk repot-repot urusan wanita. Paling banter ya cuma cinta satu malam yang selebihnya yudadahbabay—tinggal pergi— lalu lempeng balik lagi ke pekerjaan ‘kotornya’. Namun, hal ini ternyata tidak berlaku di Mechanic 2, yang mana urusan wanita nyatanya bisa menjadi koncian dalam penuntasan konflik. 

Dari awal hingga akhir, bahkan porsi Gina Thorne yang diperankan oleh Jessica Alba mengambil hampir setengahnya karena tiba-tiba seperti ada drama percintaan kilat yang nyelip di film ini--yang mau tak mau harus dituntaskan, walau agak sedikit maksa. Mungkin bagian ini rada sedikit PHP ya ketika yang diharapkan sebenernya adalah : kalau-kalau pas menuju akhir akan ada ‘musuh dalam selimut’ yang lebih gawat lagi.  Namun ternyata tidak dan ini terasa seperti alur maju saja yang sudah ketebak bagian akhirnya. Bisa dibilang, sedikit gagal mempertunjukkan sebuah kejutan yang meledak-ledak seperti halnya film horror berseri yang jadi petunjuk untuk sekuel selanjutnya.

Seperti yang sudah kukatakan sebelumnya, bahwa mungkin film ini sedikit mulai menghangatkan sisi kemanusiaan (atau cinta?) Bishop yang harusnya di sekuel 1 lebih pure ke bunuh-bunuhan yang laki banget. Namun terlepas dari itu, Mechanic 2 tetap mempesona dengan garapan yang lebih kekinian dan mengeksplor tempat-tempat indah untuk dijadikan tempat shootingnya

Ketika Tawaran Membunuh itu Datang Lagi...

Diawali dengan potret Rio De Janeiro, Brasil yang menghadirkan latar belakang patung Cristo Redentor di puncak Gunung Corcovado, Bishop yang berada di bawahnya beberapa ratus kaki, mencoba memulai hidup baru setelah bangkit dari kematian rekayasanya yang bisa kita jumpai pada sekuel 1. Dengan kemampuannya yang seperti belut, dia mencoba melupakan masa lalunya dan membaur dengan warga Brazil sembari menggunakan identitas baru, Santos. 

Saat sedang berada di sebuah cafe dan memesan minuman, tiba-tiba saja ada wanita berwajah oriental (yang menurutku cukup sensual dengan lipen merahnya), datang mendekat. Dia mencoba menawarkan sesuatu kepada Bishop dengan menggunakan Bahasa Inggris meskipun Bishop sudah meladeninya dengan Bahasa Brazil. Setelah diiming-imingi (atau bahkan diancam), Bishop yang sudah muak dihubung-hubungkan dengan pekerjaan masa lalunya mencoba berkelit dan ingin kabur dari wanita itu. Dari sini, lantas terjadi pergumulan pertama yang menghadirkan sensasi action appetizer yang cukup memikat. Dengan mengandalkan tempat sempit (yaitu kereta gantung), terjadi tembak-tembakan, yang berakhir terjunnya Bishop ke udara meski akhirnya diselamatkan oleh gantole yang lewat begitu saja di depan mata. Bishop kemudian kabur ke Thailand untuk bersembunyi dari sang pengancam tadi yang dikuriri oleh wanita Asia itu.

source pict : click here
source pict : click here

Sesampainya di Thailand (kali ini dengan latar belakang Pantai Koh Yao Yai di Pang Nga Bai dekat Phuket), Bhisop disambut Mei yang diperankan dengan cukup keibuan oleh Michelle Yeoh selaku pemilik resort dekat situ. Bishop kemudian diantarkan menuju kamarnya yang sejak dulu tidak pernah berubah. Rupanya di salah satu sudut lantai (setelah menggeser ranjang), ada beberapa perlengkapannya yang dipakainya ketika masih ‘bertugas’ dulu. Dia pun semakin waspada kalau-kalau sampai dibuntuti ke Thailand.

Sementara itu, kedatangan Gina pun cukup membuat tanda tanya besar karena tiba-tiba saja dia muncul di resepsionist resort dengan dalih meminjam peralatan P3K kepada Mei. Mei memandang sejenak wanita itu sambil membatin : “Oh, selain sudut bibirnya terdapat darah kering, lengannya pun penuh dengan luka lebam.” Mei pun berfirasat buruk. Dia mempersilakan Gina bisa datang kapan saja jika masih membutuhkan bantuan.

Suatu malam, di kapal layar yang tak jauh dari pantai, Mei memergoki pasangan kekasih yang sedang ribut besar. Melalui teropong, dia melihat bahwa pihak perempuanlah yang menjadi korban pemukulan. Tak tahan melihat itu, Mei pun meminta Bishop untuk turun tangan. Awalnya Bishop menolak, karena jika itu urusan rumah tangga maka itu bukan jadi urusannya. Namun, setelah diyakinkan Mei bahwa ketika terjadi  pertengkaran seperti itu dan yang lebih sering tewas adalah pihak perempuan, maka Bishop pun bergerak untuk membantu. Dia datangi kapal itu, dia selamatkan wanitanya. Namun sayang, si pria yang memukul tadi malah mati di tangan Bishop yang sebenernya sudah mau pensiun untuk membunuh. Gina yang ternyata adalah wanita itu kemudian diserahkan kepada Mei untuk dirawat di resort, sementara Bishop menyelidiki isi kapal sebelum akhirnya meledakkannya untuk menghilangkan jejak. Sayang, dia kemudian menemukan ponsel Gina berikut pasportnya dan petunjuk lain yang justru membuatnya cukup syock. Dia dijebak melalui umpan wanita itu ! Lalu siapakah yang sebenernya menjadi aktor di balik layar ini?

Mechanic 2, dan Kultur-Kultur Asia Tenggara yang Maha Kaya

Tanpa disadari, satu dari banyak hal yang membuat betah duduk mengamati layar bioskop adalah ketika setting film yang ditayangkan mengambil tempat-tempat yang extra zoom out untuk dipandangi. Seperti halnya yang ditawarkan Mechanic 2 Resurrection. Ada banyak negara yang dijadikan latar pengambilan gambar seperti Brazil, Bulgaria, Malaysia,  serta Australia. Dari sekian negara ini, 2 diantaranya adalah bagian dari Asia Tenggara, yang mana kurang lebih sangat kental dengan kemiripan ras kita. Bahkan dari segi kebudayaannya pun, dengan menonton film ini, rasanya kita seperti sedang bermain saja ke rumah tetangga.

Saat pengambilan adegan Bishop dan Gina yang harus berpura-pura mesra supaya dapat mengecoh mata-mata musuh, film ini menyelipkan beberapa rangkaian adat pernikahan Thailand yang sarat akan nilai budaya. Ada tari-tarian, musik, serta ritual tamu yang sedang kondangan yang cukup memberikan khazanah baru tentang Asia di mata dunia. Belum lagi, pengambilan gambar di penjara Penang, Malaysia yang mengharuskan Bishop membunuh salah satu mafia pesanan sang klien. Di situ ditunjukkan beberapa kali tentang penggunaan bahasa Melayu yang tentunya terdengar sangat akrab di telinga, karena beberapa kata Melayu memang memiliki kesamaan arti dengan bahasa kita, Bahasa Indonesia. 

Eksekusi 3 Target Korban yang Lebih Seru Ketimbang si Musuh Utama

Jika biasanya di film heroik, musuh utama aka musuh dalam selimut yang ambil porsi paling menegangkan dari keseluruhan film, maka yang terjadi di Mechanic 2 adalah NO ! Justru tegangnya itu ada di 2/3 awal pemutaran film. Ringkasnya rasa tegang terjadi ketika Bishop menuruti perintah sang klien untuk membinasakan saingan bisnisnya yang berjumlah 3 orang di masing-masing benua. Ada Krill (dari Afrika) yang menguasai persenjataan Afrika dan mengatur bisnisnya dari dalam penjara Malaysia yang dikelilingi oleh sarang hiu. Kemudian, Adrian Cook yang menjalankan bisnis perdagangan manusia dan anak-anak di Sidney Australia, serta Max Adam yang memiliki galangan kapal selam rahasia di bawah monumennya yang sulit untuk ditembus meski akhirnya bisa juga dibobol Bishop. Dari aksi demi aksi cepat ini, aku rasa bagian inilah yang paling keren ! 

Dengan segala kecerdasan dan strategi yang dimiliki Bishop, semua trik untuk membunuh ketiga target tadi berlangsung rapi, cenderung mulus dan direkayasa layaknya kecelakaan. Keren, karena dengan perhitungan yang amat matang Bishop mampu berpura-pura menjadi berandal (buronan) di Malaysia hingga akhirnya dipenjara hanya untuk  menemui Krill dan mengeksekusinya langsung, keren karena tutorialnya dalam percobaan pembunuhan terhadap Adrian Cook yang berenang di dalam kolam kaca dengan pemandangan gedung pencakar langit di bawahnya berakhir sukses tanpa meninggalkan kecurigaan sedikitpun, serta keren karena untuk target yang terakhir, terjadi sedikit kongkalikong apakah akan meneruskan perintah kliennya yang penuh khianat atau justru melancarkan aksi serangan balik. Secara kemasan, tetap saja puas untuk ditonton meski endingnya kurang semengejutkan yang pertama !

*Eh, Jessica Alba di sini kok mirip Sandy Aulia yak? hahah... (Ditulis  oleh Gustyanita Pratiwi).


22 komentar:

  1. waaaahhh pgn nonton ah... rencana sih minggu dpn tapi :D. cuma aku kok ga inget film yg pertamanya ya Nit.. pdhl film2 jason biasanya ga prnh lewat nih... harus liat lg yg pertama kayaknyaa... aku paling suka kalo nonton film dgn banyak pemandangan dari negara2 lain gini... jd kepengin didatangi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mb fanny, as always acting jason mah superb hihi
      dia cocok kalo meranin pembunuh berdarah dingin, imejnya udah pas di situh

      iyak, sekarang kayaknya model film-film Hollywood mulai merambah eksotisme Negara Asia deh ^_______^

      Hapus
  2. Soo, kamu punya 4 blog ya?

    Sekilas ide ceritanya agak mirip sama triangle the dark sidenya om dedy corbuzier ya? Tp aku belum dan gak minat nonton triangle sih, wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah wah aku malah beloman tau loh Mer ada triangle the darkside,e ini mang film Mer? Om Dedy maen filmkah?

      iyup aku ada 4 blog ahahahha, ketularan nyinda nih, rajin ternak blog :Xd

      Hapus
  3. aku suka film mechanic ini awalnya
    tapi kalo yg kedua soal misi penyelamatan pacar koyoknya aku gak bakal demen hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup, secara alur aku suka yang pertama
      yang kedua suka settingnya doang akuh hahahah

      Hapus
  4. endinge koyok drama korea, errrr... kayak dots, tau2 muncul setelah mati. coba endingnya lebih heroic. overall apik sih, cuma mandan gak masuk akal sih perpindahan waktu dan settinge.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahhahahh,jadine nonton kapan?
      endinge sih aku malah ga berharap gitu wkwkww
      secara, Statham sing terkenal bengis masa klepek-klepek ama cewek baru dikenal, kan anomali hahhahah

      Hapus
  5. Sepertinya kalau yang satu ini saya sudah nonton deh mbak jadi sudah tahu yang mana yang bagusnya, gk gk gk.

    Nah kalau saya mah paling seru film saw mbak waw menantang adrenalin sekali seru filmnya bikin ketagihan lihatnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. film saw saya juga dah nonton, tapi baru 1,2, ama 3 kang ;D

      Hapus
  6. apapun filmnya om Statham mendadak aku suka soalnya tampangnya cool gitu yak.. ahh minta nonton Mechanic ini sama ayang deh ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi, aku suka actingnya, kerasa banget mendalaminya mb lia :D

      Hapus
  7. duh kapan perut saya bisa kaya jason statham *elus peru* #gagalfokus

    BalasHapus
    Balasan
    1. num susu elemen berarti mas budi ahahahha

      Hapus
  8. Udah masuk TV nasional belum yah Nit? Biasanya saya nyegat film bagus dari sana, hehe

    Saya nggak anti spoiler kok, justru sering tertarik mau nonton karena sudah direview habis-habisan :)

    Saya lebih suka nonton film laga yang ada sisi humanitynya, lebih masuk akal ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. di TV belom ada mb, soalnya baru box office movie bulan ini :D

      Hapus
  9. ini blog baru ya? yg biasanya aku suka baca yang isinya banyak makanan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak mil, blog yang ini khusus buat review film :XD

      Hapus
  10. Karakter si Gina ini maksa banget, ujug2 nongol. Teus si abang bisa cinta mati gituh, haishhh -_-

    BalasHapus
  11. *_* ya ampun statham tua-tua makin jadi....

    BalasHapus
    Balasan
    1. huum aktor holywood kebanyakan mang gitu ya nggak sih ? Hhihi

      Hapus