Rabu, 14 September 2016

Review One Piece Gold Movie (2016)



Spoiler Allert !
Bagi temen-temen yang belum nonton, bisa pending dulu andaikata belom pengen tahu spoillernya. 

Ada kesan kualat setelah menonton film ini karena sebelumnya aku banyak mengelak jika nantinya bakalan suka. Dan sialnya, hal tersebut kejadian. Malah semacam pengen ngulang nonton lagi dan nganalisis tokoh-tokohnya seperti apa, kalau bisa namatin episode 1 hingga episode-episode selanjutnya di serial pendeknya. Biar absah gitu sebagai penonton One Piece yang notabene didominasi oleh anak-anak cowok jajaran usia belasan dan pantaran mahasiswa (kalau di Indonesia) *fix waktu nonton ini, eke berasa kayak mamah-mamah muda dewean yang nemenin Pak Suami beserta fans garis kerasnya Luffy ketika kompakan teriak atau ketawa bareng tatkala menjumpai adegan yang lucu atau seru... 

source : onepiecepodcast.com

Jebakan Kota Emas ! 

Oke, mari lanjut ke bagian sinopsis. Tapi ini lumayan spoiler ya. Jadi bagi yang belum nonton, silakan kembali lagi ke peringatan awal postingan ini. Dikisahkan, pelayaran kapten kapal Thousand Sunny, Monkey D. Luffy beserta rombongan kini tiba di kapal emas raksasa milik Gild Tesoro yang merupakan raja kasino. Musuh Luffy yang satu ini memiliki ciri yang cukup nyetrik mengingat badannya yang kekar namun tampak kontras dengan balutan jas pink ngejrengnya. 

Masa lalu Tesoro terbilang kelam karena pernah dipekerjakan sebagai budak oleh bangsawan dunia sehingga ia sangat membenci orang kaya dan aristokrat. Lebih-lebih setelah ia dipisahkan oleh kekasihnya Stella pada waktu itu. Akibatnya, untuk membalaskan dendam, ia kini berambisi untuk menguasai kota hiburan yang berdiri di atas kapal emasnya, dan mengulang apa yang didapatnya dulu pada rakyat kecil yang berada di wilayah kapal. Semua ia jadikan budak, termasuk anak-anak kecil yang tidak berdosa. Ia sangat powerfull sampai-sampai Pemerintah Dunia (Angkatan Laut) juga tidak bisa menindaknya, bahkan melegalkan keberadaan Kota Emas sebagai Kota Mandiri. Kekuatannya sendiri terletak pada kemampuannya dalam memanipulasi emas sesuai apa yang diinginkannya, termasuk mengubah kulit para pemberontaknya menjadi emas. Ia juga bisa menutupi sekujur tubuhnya dengan emas, hingga berubah menjadi golem raksasa yang amat sangat kuat. Oh ya, Tesoro juga punya tangan kanan yang sangat licik bernama Tuan Tanaka yang sekilas mirip pria bertubuh pendek namun dengan body bantet yang mengenakan setelan hitam (kalau kataku mirip kucing, iya nggak sih?). Ia memiliki kekuatan untuk menembus ruang sehingga sangat dipercaya Tesoro untuk menjaga keamanan. Selain itu, Tesoro juga memiliki asisten sexy bernama Baccarat yang bisa memakan keberuntungan orang yang ia sentuh dan penghibur bernama Carina yang biasanya dipajang untuk menyanyi.


Source : www.news.livedoor.com

Memasuki gerbang utama Gran Tesoro, Luffy dkk akhirnya disambut oleh Baccarat yang tentunya pada kesempatan ini digunakan Sanji untuk tepe-tepe. Selain menjemput, Baccarat juga menerapkan kemampuan marketingnya untuk mempromosikan kota emas itu. Dengan menggunakan mobil yang bertenaga 8 ekor kura-kura (sumpah ini absurd abis, tapi bikin ngakak), Baccarat membawa rombongan untuk menyisir setiap kota. Ia menjelaskan sudut-sudut stand perjudian yang terbagi menjadi beberapa permainan, seperti balapan, kartu, dll. Melihat keseruan tersebut, otomatis 3 tokoh yang paling kekanak-kanakan (Luffy, Chopper, dan Usop), langsung antusias untuk ikutan. Pertama, yang dipilih balapan. Namun ketika sedang menyiapkan peralatan balap, tiba-tiba muncul rombongan anak-anak yang sedikit memaksa Luffy untuk membeli dagangan bunganya. Katanya, "Tolong belilah, supaya kami bisa mengumpulkan uang dan membebaskan orang tua kami." Seperti biasa, Luffy agak loading dulu mencerna maksud dari perkataan mereka apa. Namun kemudian, ia mulai merasakan ada yang aneh dengan kota ini. Ketika dipaksa oleh anak-anak itu, Baccarat pun mendekat dan mengusir mereka agar jangan mengganggu tamu agungnya ini. 

Perjudian demi perjudianpun sukses dimeriahkan para kru Luffy, sampai-sampai akhirnya mereka berhasil mengumpulkan banyak uang. Nami yang emang langsung 'ijo' matanya ketika melihat duit, langsung merasa, kayaknya udahan deh, cukup sampai di sini permainannya *perhitungan. Namun, Baccarat malah menantang Luffy agar mau ikutan lagi perjudian yang lebih sulit yakni memasuki area kasino yang lebih VIP. Ia kemudian mengantarkan Luffy dkk ke ruangan Tesoro. Tidak tahunya, ini adalah jebakan Tesoro agar Luffy meninggalkan hutang dan mengabdi kepadanya sebagai budak. Luffy yang sadar dipermainkan lantas berontak. Tak dinyana ia malah tak sengaja disentuh Baccarat yang otomatis bisa menghilangkan keberuntungannya. Luffy mengaduh kesakitan lalu dibantu oleh Zorro untuk melawan Tesoro. Sayang, dengan kekuatan cincin di tangannya, Tesoro berhasil membelit Zoro hingga sebagian tubuh Zoro menjadi emas. Melihat itu semua, Luffy berang. Ia dan kawan-kawannya sepakat untuk bagi tugas dalam hal menyusun strategi pembebasan Zoro dan budak-budak yang lain, tentunya dengan sedikit bantuan dari asisten Tesoro yang berkhianat. Siapakah dia? Silakan tonton sendiri?
 
Bagian Lucu yang Mengocok Perut

Ada banyak gimmick para tokoh yang akhirnya meninggalkan bekas setelah menyelesaikan film. Apakah itu bekas terasa konyol (baca : kocak), lucu, gemas, maupun dramatis hingga berderai-derai air mata. Bagian yang aku rasa lucu mengambil porsi paling banyak. Diantaranya waktu Luffy yang demikian polos  memutuskan secara semena-mena ketika menyanggupi tantangan judi jebakan, mata ijo Nami yang begitu berbinar ketika melihat uang, Luffy yang ketahuan pengawal Tesoro (tapi tetep aja bengong) ketika ingin menancapkan monitor di pusat pengawasan CCTV, rombongan Chopper, Robin, Usop dan Brook yang menyamar jadi Celestial Dragon, serta Brook yang begitu hebohnya kedeteck mata CCTV berbentuk burung hantu--namun tiba-tiba sadar bahwa alat itu tidak akan ngaruh apa-apa ke dirinya yang emang udah jadi tengkorak (maksudnya alat tersebut hanya ngaruh ke manusia), sampai teriakan kimochi berulang kali yang diucapkan asisten Tesoro yang bertugas menggulingkan dadu saat berjudi (bukannya apa, soalnya dia pegang kapak, tapi yang diayunkan ke dadunya malah kepalanya...lantas hal itu membuat salah satu kru Luffy berteriak : "Lalu kapaknya buat apa?" HAHAHHAHAH.

Tema Kesetiakawanan Selalu Menjadi Ciri Khas One Piece

Memang pada akhirnya pesan morallah yang menjadikan film itu sukses atau tidak di mata penonton. Dan seperti biasa, Eichiro Oda selalu menyuguhkan sisi-sisi humanisme berbentuk kesetiakawanan dan rela berkorban di antara tokoh-tokohnya. Entah itu yang terjadi pada sesama tokoh baik, maupun sesama tokoh jahat. Luffy dkk, jelas tidak diragukan lagi sifat saling menolongnya antar kru untuk sama-sama mencapai tujuan, yakni melanjutkan perjalanan dalam keadaan lengkap. Sementara, Tesoro, meskipun jahat, dia juga pernah memiliki sisi lembut saat masa mudanya bersama sang pacar, Stella. Nami yang ternyata memiliki masa lalu yang kelam (namun penuh kejutan) dengan Carina, tokoh sisipan penjudi legendaris yang dikagumi Franky, dsb. In the end, keberlanjutan antar satu cerita ke cerita lainnya bisa terangkum menjadi satu kesatuan yang apik, hingga akhirnya mengukuhkan pertemanan yang lebih luas dan solid lagi ! (Ditulis  oleh Gustyanita Pratiwi).


6 komentar:

  1. Waaah..blog baru tante? Ber-niche euy.. Ditunggu sinopsis selanjutnya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. huum mb rin, tante mbul bikin atu blog lagi kheuseus film ;D

      Hapus
  2. Wah seru-seru, gue belum nonton ne movie terbaru dari one piece. Jadi kepengen nonton,

    Blog baru ya mbak ,?

    BalasHapus
  3. lho ternyata blog ini update dan aku belum komeeenn? haahh
    aku juga suka one piece tapi belom pernah sih nonton filmnya
    noted lah nanti nanti nyit :D

    anw itu si hacksaw ridge ceritanya keren banget kok, bukan soal bapak anak. tapi salah satu pahlawan amerika yang menolak untuk pake senjata bahkan dalam perang tapi dia terima penghargaan krn dpt menyelamatkan 75 orang dalam perang di okinawa

    BalasHapus
    Balasan
    1. toast sesama one piece lover...e aku nubie ding

      Hapus